
HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY adalah sarjana Al Azhar University Cairo. Founder dan Pengasuh Utama Pesantren Karya dan Wirausaha BASMALA INDONESIA, yang berkedudukan di Semarang, Jawa Tengah. la dikenal secara nasional sebagai dai, novelis, dan penyair. Beberapa penghargaan bergengsi berhasil diraihnya, anfara lain, Pena Award 2005, The Most Favorite Bookand Writer 2005 dan /BF Award2006. Tak jarang ia diundang. untuk berbicara di forum-forum nasional maupun internasional, baik dalam kapasitastaya sebagai dai, novelis, maupun penyair. Seperti di Cairo, Kuala Lumpur, Hongkong, dan lain-lain. Karya-karyanya selalu dinanti khalayak karena dinilai membangun jiwa dan menumbuhkan semangat berprestasi. Di antara karya-karyanya yang telah beredar di pasar adalah Ayat Ayat Cinta (novel fenomenal yang akan dilayarlebarkan, 2004), Pudamya Pesona Cleopatra (novelet, 2004), Di Atas Sajadah Cinta (kumpulan kisah teladan yang telah disinetronkan di Trans TV, 2004), Ketika Cinta Berbuah Surga (kumpulan kisah teladan, 2005), Ketika Cinta Bertasbih (novel fenomenal yang belum genap sebulan beredar telah terjual 30.000 eksemplar, 2007). Karyanya yang siap dirampungkan: Langit Makkah Berwarna Merah. Bidadari Bermata-Bening dan Bulan Madu di Yerusalem.
Habiburrahman El-Shirazy
Diposting oleh Fe Gitu loh...!!!
Label: Profil Penulis




8 komentar:
Salam Aleikum,
saya adalah mahasiswi indonesia yang di beri kesempatan oleh Allah SWT untuk belajar di Arab peninsula.saya membaca ayat ayat cinta dan saya sangat suka dengan bahasa penulisan.tapi sangat berbeda dengan apa yang saya hadapi di sisni.saya tidak belajar di mesir karena mesir bukan arab.they speaking like arab but they are not arab.arab peninsula adalah Saudi,kwait,UEA,Bahrain,Oman dan yemen.tapi islam sangat luas hanya mungkin ketika kita belajar secara mendalam kita akan menemukan hall hal baru yang sangat menarik.saya ingin sekali contact dengan penulis Ayat ayat cinta lewat email.saya inging membagi pengalaman saya selama saya tinggal dan belajar disini.
Wassalam Aleikum
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Saya adalah seseorang yang berusaha untuk mencoba menghargai seni dan karya orang lain. Penafsiran dari representasi yang saya berikan adalah merupakan hal yang paling mendalam dalam diri saya dan insya Allah.... jujur.
dan jika emang itu adalah sebuah kejujuran... maka saya ingin menyampaikan salam sejahtera untuk Kang Abik yang telah membuat saya menangis setelah membaca novel dan menonton (Ayat-ayat Cinta). Saya berharap semoga Kang Abik senantiasa menghadirkan karya-karya yang "baik" yang akan selalu saya kenang sebagai seseorang yang influence terhadap diri saya selain Buya Hamka.... Insya Allah !
assalamualaikum,
saya adalah siswa SMA yang kini menjadi penggemar karya-karya kang abik,,
bukan bermaksud melebih-lebihkan tapi memang sperti itulah adanya,, karya kang abik memberikan saya banyak pelajaran dalam kehidupan. " kang abik, teruslah berkarya,,,di tunggu karya terbaru yang juga mempesona"
Setiap orang bebas untuk menyatakan keyakinannya. Termasuk keyakinan bahwa surga itu hanya "hak orang-orang Muslim". Kalau anda tertarik dengan tawaran ini, silakan saja. Bebas dan tidak ada yang melarang. Tetapi pernahkah anda berpikir, apakah orang lain yang berkeyakinan berbeda bebas juga mengutarakan keyakinannya? Seperti keyakinan bahwa Bunda Maria, tokoh paling suci dalam Kekristenan setelah Yesus Kristus, telah menunjuk bahwa jalan ke surga harus melalui Muhammad.
Bolehkah orang Kristiani, yang mempercayai bahwa Yesus adalah Jalan dan Kebenaran dan Hidup, dan tidak seorangpun yang sampai kepada Bapa kecuali melalui Kristus (Yoh. 14:6), meminjam "lisan Nabi Muhammad" untuk mengajar keyakinan itu?
Moga-moga anda membolehkannya, seperti kami tidak men-demo ketika "Ayat-ayat Cinta" meminjam "mulut suci Bunda Maria" untuk dakwah agama Islam. Kalau begini, mengapa harus marah kepada Ahmadiyah?
Sebaliknya, mengapa harus mengelu-elukan "Injil Yudas", dan "The Da Vinci Code", tanpa mempertimbangkan perasaan orang lain yang tidak menyetujuinya? Katakanlah, "berjuta-juta orang Kristen yang tersakiti perasaannya" karena publikasi novel dan film itu?" Padahal film ini akan lebih mendidik lagi, kalau misalnya diungkap juga fakta keberdampingan harmonis kehidupan umat Kristen dan umat Islam di negeri yang oleh Ibnu Khaldun dijuluki "lbunda Dunia" ini.
Misalnya, tenda-tenda Ma’idah ar-Rahman (Jamuan Sang Pengasih), yaitu jamuan makan gratis yang dibuka di jaan-jalan kota Kairo, yang di beberapa wilayah Koptik, seperti Subhra, misalnya, selalu dibuka oleh uskup Gereja Ortodoks Koptik sebagai simbol persatuan nasianal (Wihdat al- Wathani). Begitu juga, kehadiran Syeikh Al-Azhar, Dr. Muhammad Tanthawi, pada acara ‘Idul Milad (Natal) di Katedral Al-Qidis Marqus, Abbasiya.
Tradisi saling mengucapkan selamat hari raya, baik hari-hari raya Islam maupun hari-hari raya Kristen, juga menjadi kebiasaan yang patut dijadikan referensi di negara-negara mayoritas Muslim non-Arab, seperti Afganistan, Pakistan, dan Indonesia akhir-akhir ini, yang terkadang "lebih Arab ketimbang negara-negara Arab sendiri".
Dan akhirnya, berbarengan dengan perasaan sedih dan menyayangkan peredaran film "The Fitna", saya yang terus menerus mencoba memahami sukacita anda menyambut film "ayat-ayat Cinta", izinkanlah saya mengucapkan: Mabruk,
assalamua'alaikum Wr.Wb
saya adalah makhluk yang di cptakan Allah Swt dengan nikmat yang berlimpah luah tapi kenapa saya masih belum bisa terlalu bersyukur kepada-Nya. . .
saya juga termasuk orang penggemar kang abik yang dimana karya-karyanya itu benar-benar dapat membangun jiwa saya. . .
seperti di dalam novel ketika cinta bertasbih dan ayat-ayat cinta yang dimana itu mempunyai hal-hal isLami yang msh belum saya ketahui. . .
ass. nove2 kang abik sangat memotivasi semangat hidup saya, selain ceritanya sangat bagus tapi juga sarat akan pengetahuan agama khususnya tentang ilmu fiqh
ass. novekl anda luar biasa karna sarat akan ilmu agama
Assalamu 'alaikum wr. wb.
Saya sudah membaca novel-novel kang abik a.l. "ayat-ayat cinta" dan "ketika cinta bertasbih 1 & 2".
Saya sangat salut sekali kpd kang abik yang telah mebuat karya-karya yang bisa membangun jiwa shg bisa meningkatkan keimanan.
Saya berharap di Indonesia bisa muncul lebih banyak lagi novelis-2 spt kang abik.
Untuk novel-novel yang diangkat ke layar lebar, saya hanya mau berpesan agar terus dipertahankan untuk pemilihan pemainnya supaya dipilih yang mempunyai citra yang baik di mata ummat / masyarakat, supaya citra islam sebagai "way of life" yang diridhoi Allah swt dapat tetap terjaga dengan baik.
Teruslah berkarya kang abik. Semoga Allah swt senantiasa melimpahkan berkah dan rahmah-Nya kepada keluarga kang abik dan kita semua. Amiin.
Wassalam,
Su'udhi Asnawie
Post a Comment